BANGKARAYA.COM – M. Ihsanudin (16) warga Kurau Barat Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah, ditemukan tewas setelah tiga hari hilang di Sungai Kurau.
Jasad korban ditemukan oleh Tim SAR gabungan Basarnas dan Polisi di wilayah Dusun Pal Empat, Desa Penyak, pada Rabu (24/12/2025), pagi.
Kapolres Bangka Tengah AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena, mengatakan memasuki hari ketiga pencarian, Rabu 24 Desember 2025, kepolisian bersama tim SAR gabungan kembali melaksanakan operasi pencarian dengan pembagian sektor serta penggunaan peralatan SAR laut.
“Pada pagi hari korban akhirnya ditemukan dalam kondisi terdampar di wilayah Dusun Pal Empat, Desa Penyak,”ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan, korban sempat dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Kurau oleh pihak keluarganya, Senin 22 Desember 2025.
Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bersama tim SAR gabungan langsung melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan pada tanggal 22 Desember 2025, kami bersama tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan pencarian dan penyisiran di aliran Sungai Kurau hingga muara,” ujar Kapolres.
Pada Selasa, 23 Desember 2025, pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi hari dengan melibatkan unsur SAR gabungan.
Pencarian dilakukan secara bertahap dan sistematis, mulai dari penyisiran sungai, muara, kawasan hutan mangrove, hingga perluasan ke perairan laut.
Namun hingga sore hari, korban belum berhasil ditemukan sehingga kegiatan pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali keesokan harinya.
Memasuki hari ketiga, Rabu 24 Desember 2025 pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan akhirnya membuahkan hasil.
“Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian ini,” tambah Kapolres.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Pratama Desa Sungkap, Kecamatan Namang, untuk dilakukan pemeriksaan visum luar sesuai prosedur.
Kapolres juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban, sekaligus menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di wilayah perairan, baik terhadap cuaca, arus air, maupun hewan-hewan di sekitarnya.
“Kami menghimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi lingkungan, serta tidak melakukan aktivitas berisiko di sungai, muara, maupun laut agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya. (**)


















